

Menunggui Malu
Hoaaam..mm..pagi ini sinar mentari muncul malu-malu sekali, tapi dia tetap menyapaku hangat pagi ini…uhm, teman- teman masih tidur mendengkur…mereka seperti tersihir, kaku sedari kemarin…sejak peristiwa itu…mengenaskan sekali nasib temanku si pincang yang jadi korban. Dia dikencingi anak bau kencur itu…bangsat sekali anak-anak jaman sekarang, tak punya aturan, tak punya tata krama…berani sekali mereka…
”Hei kawan-kawan…bangunlah!!!aku tak mau menghadapi ulah-ulah anak tengil itu sendirian…”Ah!!!...bau apa ini,,,menyengat sekali…cuh,,,,pesing, pening kepalaku…mereka tutup dengan apa lubang hidung mereka”malas sekali kalian, ayo cepatlah, sebentar lagi kita harus belajar…Tuhan akan murka pada kalian jika tak segera bangun dan menyiapkan hari ini”…
Megur hanya memincingkan sedikit matanya,,,sombong sekali dia, pikirku…malah membenarkan posisi selimutnya…huh!!!mentang-mentang hanya dia saja yang punya selimut, anak manja!!!tapi bersyukur sekali dia…terlahir manis dan dihormati…hah!!!hanya beruntung saja dia”…
“Sudahlah kawan…percuma saja kau mengeluh,,,Tuhan pun tak akan perduli,sebaiknya kau nikmati tidurmu dan bermimpilah tentang nasib bangsa besar!!!hahaha”…kata si Penyok yang tidur paling akhir sebelum aku waktu itu…
“Tidak, pikirku…hah tapi bau ini sungguh menjijikkan”…
Aku mulai mendengar derap suara kaki,”Oh yeah…bang Somad telah membuka pintu…huff…angin menerpa sejuk sekali…tapi hei!!!kembali!!!” tapi mereka pergi,,,cepat sekali…mungkin mereka merasa migrain juga tiba-tiba”…
Aku melihat sekeliling dan mulai menyesali keadaan ini, Tuhan tak takdirkan aku hidup layak. Yeah setidaknya dia beri ku kesempatan pernah bahagia bersama anak dan istriku waktu itu…meski setelah itu makhluk berkaki dua itu bisa melakukan apa saja pada kami…memperkosa kami dengan gergaji dan membentuk kami sesuka hati…
Hmm…manis sekali bau ini,aku mengenalnya sekali. Nona cantik telah datang…aku jelas melihat tingkahnya yang anggun…hei, dia menyentuhku perlahan…ah…dan aku selalu ketagihan…aku merasa lebih beruntung…daripada mereka yang hanya tidur…
Wow-wow-wow!!!…dia menggelitikiku dengan ujung sapu…geli sekali…
Nikmatnya…
Tapi…Oh no!!pecundang itu!!…yeah anak-anak nakal tak tau aturan…tapi hey, mereka datang awal, apa yang akan mereka kerjakan kali ini…
Aku telah menduganya, mereka membuat contekan untuk ulangan matematika pah Ahlul hari ini…dan yang terakhir datang…adalah yang bajingan diantara para pecundang ini…hey!!berani sekali dia mampir mencolek pantat gadisku…Berontaklah cinta…kenapa kau diam saja…Aku yakin dia takut karna akan dihadang oleh gerombolan anak nakal itu nantinya jika dia melaporkannya pada pendidik itu…
Huff,,,semakin gerah saja pagi ini, langkah-langkah kaki…pantat-pantat seksi…dan tentu saja pantat yang tak sempat dicuci pagi ini…Dan itu bukan bagianku…aku tersenyum puas pada Beji di pojokan…muka tersiksanya seakan ingin bilang…”Aku telah uzur…biarkan aku tenang…”hahaha…dia memang telah tua diantara deretan kursi di kelas ini…kelas yang dihuni anak-anak berseragam biru-putih yang mulai mengerti arti jantung berdebar dan berciuman…
Bel telah berbunyi…nyaring sekali…
Dan murid-murid ini ribut sekali…bertukar contekan, memasukkan baju...membenarkan letak baju dalam…dan gadisku sedag menuju aku…hupp-hupp-hupp…aku menarik napas,,,dan…yeah…nikmatnya dia mendudukiku…pantatnya hangat sekali…
Hey,,,ada apa ini,,,Pak Ahlul masuk, tapi mukanya garang sekali…sebagai anggota deretan laskar depan, tentu saja aku mengenal persis perubahan muka para pendidik itu…sepertinya perasaan hatinya sedang tak baik…semoga saja bukan aku pelakunya, ough dan tentu saja bukan aku…apa yang bisa kulakukan untuk menyakiti orang…hanya apabila aku tekstur tubuhku yang keras mengenai bagian tubuh mereka saja,,,bagian yang sakral apalagi…hmm…aku tersenyum membayangkannya…
Dia mulai mengoceh…
Dan gadisku tetap saja tekun dengan buku matematika di tangannya…
“Siapkan kertas ujian dan alat tulis kalian” Dan ingat…dilarang pinjam-meminjam…”suara Pak Ahlul menggelegar…
Meji teman sampingku meringis padaku…”perempuan diatasku jorok sekali…kentutnya kali ini tak enak di baui…”
Hei sejak kapan kentut ada yang enak dibaui…”Shakira pun kentutnya juga tak akan wangi bodoh…”
“Hei kau…!!”panggil Pak Ahlul…
“Aku…???”Hei tentu saja bukan…untuk apa dia memanggilku…tapi kenapa perasaanku yang tak enak…???”
“ya, kau!!!Joko…pindah depan…tukarlah tempat duduk dengan Shinta…!!!”Kau hanya akan membuat ribut saja disana…”
“Apa…???”Tidak…………oh tidakkkk…jangan tinggalkan aku Shinta…”
Teman-temanku tertawa saja melihatku berteriak tak ada satupun makhluk kaki dua yang mendengar…
Beji terlihat lebih muda sekarang…
Huhhh…”Pantat Joko keras sekali…”rintihku…