Minggu, 04 Januari 2009

again...


Pulang...
Terbangun dalam tidurnya yang tak lelap, Ia bekerja dalam kungkungan kepasrahan Ini negeri orang, dan kini tubuh bagai terpasung kesepian... Bekerja tak beda seperti memeras rasa, Demi kumpulan kepingan tuk dikirim ke negeri seberang... Menyambung hidup sedarah yang mungkin tak perdulikan, Seandainya mampu, kan ia tebus kisah yang tergadai... Kembali ke dunia yang ingin ia miliki... Pulang...



Ornamen Kehidupan
Terpatut-patut di cermin memandang lekukan yang tak lagi indah... Memuji puja pada wajah ayu yang tlah bergaris tua... Meringis kesakitan pada milik yang terdalam... Bukan miliknya sendiri tapi siapapun... Rahim itu tlah ia buang, Malu itu tlah terpendam dalam-dalam, Jika jalan hidup parnah sekali saja memberinya kesempatan, Akankah tobat itu datang... malaikat saja malas memandang, meski pernah ia menggoda telanjang... saat itu akan tiba, kembali diraih tangan-tangan lajang yang ia musnahkan, bingkam tanpa kemauan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar